Senin, 29 Oktober 2012

Dunia dan kehidupan bersikap adil dan benar, maka selalulah optimis

Dunia dan kehidupan bersikap adil dan benar, maka selalulah optimis
__________________________________________________________________________
kurangnya bersukur dalam hidup ini membuat kita kuarang menikmati hidup ini banyak keinginan yg selalu kita paksakan yg tidak sesuai kemampuan kita wajar banyaknya kasus yg aneh di hadapan kita .


Benarkah sesungguhnya segala kejadian di kolong langit ini adalah adil dan benar?

Jika dipandang dari persepsi semesta tentu saja jawabannya mutlak benar, bisa dibuktikan dengan melihat segala keteraturan dan kehebatan struktural yang menyusun seluruh isi alam berikut isinya yang bernama manusia..

Namun jika dipandang hanya dari persepsi manusia, maka umumnya manusia persepsinya bertolak tak jauh dari kebutuhan serta keinginan individualnya saja, sehingga menghasilkan sudut pandang yang sempit, atau bahasa kasarnya "bagaimana akan mengerti keenaran dan keadilan semesta, jika dirinya sendiri seutuhnya saja belum kenal"

"Dunia bukan untuk anda, tapi anda untuk dunia" , itulah kalimat hakiki untuk mencapai berbagai arti kehidupan, seperti kepuasan, kesenangan, kebahagiaan, dll.

Jika anda berpendapat bahwa dunia akan memberikan cinta, uang dan kebahagiaan , maka saat semuanya itu tak anda miliki, bisa dibayangkan betapa meranannya hidup anda. Tapi jika anda berpendapat bahwa uang, cinta, dan kebahagiaan adalah mutlak tanggung-jawab anda, maka anda telah memiliki hidup ini, dan selanjutnya tinggal mengolahnya sesuai selera anda.

Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil, Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga. Sebuah contoh inspiratif, seperti yang diimplementasikan oleh Sang motivator yang luar biasa

Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiaran kita.

Padahal dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri.

Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

CATATAN DARI Pedagang Sukses Mandiri

CATATAN DARI Pedagang Sukses Mandiri

Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Di balik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjauangan dan pengorbanan. Keringat dan kepayahan. Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila kita terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, kita bisa lupa dari keharusan untuk berusaha. 

Namun bila kita terkagum pada ketegaran seseoarang dalam berusaha, kita akan menyerap energi kekuatan, keberanian dan kesabaran. Tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan. Ada harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan itu. Berusahalah terus!

Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti. Bertumbuhlah, belajarlah, dan kembangkan pencapaian kita. Sukses bukan dicapai oleh orang yang memulai dengan hal yang besar, tetapi oleh orang yang memelihara momentumnya dalam waktu yang cukup panjang, hingga pekerjaannya menjadi karya besar.

Apapun yang kita lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati. Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. kita perlu bertindak dengan kelembutan hati.

Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian terselip pengorbanan orang lain. Hanya bila kita melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun rela berkorban untuk keberhasilan kita.

Semua tindakan kita bagaikan bumerang yang akan kembali pada kita. Bila kita melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan kita. Namun, bila kita ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai kita. Renungkan bagaimana tindakan kita sekarang ini. Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang kita lakukan.
Terkait : Api penyulut kata-kata motivasi agar menyalakan action 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
CATATAN DARI Pedagang Sukses Mandiri

Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Di balik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjauangan dan pengorbanan. Keringat dan kepayahan. Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila kita terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, kita bisa lupa dari keharusan untuk berusaha.

Namun bila kita terkagum pada ketegaran seseoarang dalam berusaha, kita akan menyerap energi kekuatan, keberanian dan kesabaran. Tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan. Ada harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan itu. Berusahalah terus!

Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti. Bertumbuhlah, belajarlah, dan kembangkan pencapaian kita. Sukses bukan dicapai oleh orang yang memulai dengan hal yang besar, tetapi oleh orang yang memelihara momentumnya dalam waktu yang cukup panjang, hingga pekerjaannya menjadi karya besar.

Apapun yang kita lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati. Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. kita perlu bertindak dengan kelembutan hati.

Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian terselip pengorbanan orang lain. Hanya bila kita melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun rela berkorban untuk keberhasilan kita.

Semua tindakan kita bagaikan bumerang yang akan kembali pada kita. Bila kita melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan kita. Namun, bila kita ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai kita. Renungkan bagaimana tindakan kita sekarang ini. Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang kita lakukan.
Terkait : Api penyulut kata-kata motivasi agar menyalakan action

Antara uang dan kebahagiaan

Antara uang dan kebahagiaan



Untuk menyambung artikel informsi bahagia , bahwa secara realita kehidupan jaman sekarang uang memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan intensitas kesenangan,kepuasan dan kebahagiaan.



Saya selalu mengajarkan kepada keluarga saya, bahwa uang atau materi hanyalah sarana, bukan tujuan , jika materi menjadi tujuan utama atau menjadi pedoman, maka saat materi itu hilang, akan hilang pula esensi dirinya secara manusiawi.



Sebuah pertanyaan polos, apakah uang dapat membuat kita bahagia?



Bila kita mempunyai banyak uang, kita bisa membeli apapun yang kita inginkan mulai dari rumah megah, mobil mewah limited edition, baju dari designer ternama sampai makanan lezat dan nikmat dari restauran terkemuka. Tapi, apakah itu semua bisa membuat kita bahagia?



Ilustrasi ringan, satu keluarga mempunyai rumah megah, semua anggota keluarga memiliki mobil mewah sendiri, uang banyak hingga segala macam kebutuhan terpenuhi. Tapi satu yang jadi masalah, komunikasi diantara sesama anggota keluarga tidak terjalin dengan baik, karena semua orang sibuk dengan urusan dan acaranya masing-masing.



Sang ayah sibuk rapat ke luar kota, Ibu sibuk arisan, anak-anak sibuk dengan acara gaulnya masing-masing. Hingga akhirnya tak mengherankan bila setiap anggota keluarga punya egoisme masing-masing, dan tidak memperdulikan yang namanya kebersamaan dan keharmonisan dalam keluarga. Bila telah terjadi demikian, apakah uang bisa membuat kita bahagia? Apakah uang bisa membeli sebuah kebahagian untuk keluarga kita?



Stress atau depresi, anda mungkin pernah mengalami stress / depresi karena masalah uang ? Banyak dari kita yang mengalami masalah keuangan dan akibatnya menjadi stress karena memikirkan keuangan. Mulai dari cicilan buat motor atau mobil, bayar cicilan rumah sampai kepada masalah pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dari makan, minum, sampai merokok.



Jika anda mengalami itu semua, jangan khawatir itu artinya anda normal. Kenapa?.. Karena zaman sekarang segala sesuatu telah diukur dengan yang namanya uang. Mulai dari hal besar, cicilan motor atau rumah misalnya sampai kepada hal kecil sekalipun misalnya kalau anda pergi ke MCK. Semua telah diukur dengan yang namanya uang. Kalau telah terjadi hal seperti ini, apakah benar uang bisa membuat kita bahagia?



Kita bekerja banting tulang mulai dari pagi sampai malam, bekerja tanpa kenal lelah untuk mendapatkan uang, bahkan kadangkala kita tidak memperdulikan kesehatan tubuh kita. Hingga pada akhirnya kita pun sering mengalami masalah kesehatan, Sering sakit dan justru menghamburkan uang untuk membayar dokter biar tubuh kita kembali sehat (itu artinya kadangkala uang yang kita dapatkan tak sebanding dengan kesehatan tubuh yang kita korbankan).



Kalau anda pernah mengalami hal seperti ini, apakah uang bisa membuat kita bahagia? Apakah uang bisa mengembalikan kesehatan tubuh kita dan membuat kita kembali bahagia menikmati hidup ini?



Misalkan anda diminta untuk meninggalkan semua uang anda, dan hidup apa adanya tanpa uang. Apakah anda akan bahagia? Bila kita mempunyai sebuah keluarga yang harmonis dan menyayangi kita, pasti anda akan setuju bahwa hidup kita pasti akan lebih bahagia meskipun kita tidak memiliki uang yang banyak, iya kan?

Jangan Meremehkan Orang lain Apa Lagi Pedagang

Maaf jika kita melihat pedagang seperti ini apa yg di benak kita
apakah kasian ataukah memalukan,

saya pernah bertemu dengan seorang dia selalu bilang sama saya,
saya kasihan dengan pedagang

tanya saya kenapa

jawab dia ya pagi dia kepasar siang dia berkeliling menjajakan daganganya sangatlah kasihan

tanya saya dari mana anda melihat kasihan ?

lihat saja sudah capek lelah belum lagi jika lagi sepi

tanya say lalu apa pendapat anda melihat orang seperti ini

jawab dia hanya kasian !?

baiklah mungkin saya terangkan mengenai pedagang mereka itu memang terlihat seperti itu karena memang itu usaha dia seperti belanja memasak dan keliling
namun perlu di ketahuai mereka itu lebih baik dari pada berbaju rapih tapi masih anak buah (pesuruh) hanya bedanya lebih rapih dan pedagang terlihat biasa2 saja
tapi mereka itu bukan tukang suruh dan mengharapkan (gaji)
mereka adalah seorang yg semangat dan mungkin memang saat ini susah mencari kerja sehingga mereka mencoba untuk berwira usaha

tanya say gaji kerja perbulan berapa paling kecil dan besar

jawab dia ya sekitar 2jtaan kebawah

tanya saya tarolah sekitar 1,5jtaan gajinya dan berarti yg di kumpulkan bila di itung harian berapa paling sekitar 50rb per hari itu belum tagihan atau pengeluaran

jawab dia ya betul dan paling yg sisa kalau di hitung ongkos dll paling sisa sekitar kurang lebih 500rb sisanya ya irit.

baik mari kita tanya si pedagang itu brpa penghasilan mereka,
ternyata jawab dia paling sepi 100rb rame 250rban,
itupun sudah dapat modal dan ketika saya tanya anaknya hampir semuanya kuliah belum lagi mereka punya setoran motor buat belanjanya

nah jika anda sudah bertanya langsung siapa yg sebenarnya kasihan....?

ini diskusi tdk di sengaja pada waktu saya bertemu seseorang yg maaf memang jiwanya bagus melihat orang inginya bantu dan selalu menolong

namun sangat disayangkan jika melihat pedagang yg di lihatnya kasihan makanya saya mencoba menjelaskan dengan langsung bertanya kpd pedagang

ternyata beliaupun kaget kata dia saya melihatnya mendorong gerobak dan bangun pagi2 di saat semua orang tidur pedagang sudah sibuk belum lagi ketika mendorong gerobak

ternyata di balik itu memang ada dorongan dan keutungan yg tdk bisa sy jalani karena memang saya hanya bs berkerja

buat saya ini adalah motivasi ternyata jangan melihat seorang terkesan kasihan ternyata mereka lebih maju dari sy

terima kasih mas dari berawal sy ketemu dan akhir ada sebuah pelajaran yg langsung sy tanya kpd orangnya

sama sama mas gak pa2 kita sebagai manusia yg harus selalu sosialisasi kpd siapapun agar kita selalu berbagi pengalaman dan pengetahuan terutama buat saya yg masih banyak kekurangan.

inilah sebuah pertemuan saya di jalan
terima kasih

MARI KITA BERPIKIR
selalu semangat dan optimis

mari kita berbagi pengalaman

oleh pedagang sukses mandiri
Penulis wawannuri abu sahl

Aku Bukanlah Pengganguran !!!


Menggangur Bukan julukanku,
mengasong adalah cara aku mencari rezeki yg halal insya Alloh

sudah terlalu lama saya menggangur, dan karena selama hidup ini aku butuh makan,minum,butuh pralatan lain, dan butuh memakai baju,sandal,dan terutama anak dan istriku yg harus tetap aku perhatikan

dan sayapun mencoba berpikir sejenak sekiranya apa yg bisa menghasilkan ?
aku mencoba menjadi tukang bangunan sudah jika sedang ada pekerjaan merenovasi,atau pembangunan saya ikut andil dalam berkerja,
namun itu tak setrusnya aku ikut berkerja jika proyeknya selesai maka selesai pula kerjaku,dan tinggal menunggu kapan ada lg pangilan seperti itu

menunggu dan terus menunggu sementara kehidupan semakin berjalan perutpun tidak bisa menunggu2 saya beruhasa sabar tapi perut ini tdk bs jika lapar sangat terasa bagaimana dengan istri dan anaku jika mereka lapar, sangat sedih dan kasihan.

akhirnya saya mencoba main ke pasar maksud hati barang kali ada yg membutuhkan tenaga bangunan dan semisalnya,
ternyata tidak sesuai harapan mungkin karena saya tdk punya kenalan di pasar

sedikit saya melamun di pepohonan samil mersakan lapar dan bingungnya apa yg mau dimakan mau kewarung harus punya uang.

aku pulang di tengah perjalanan aku melihat pengasong yg naik turun bis dan berjalan di lampu merah.

disitupula aku mencoba mengasong dengan midal yg sangat tipis al hasil pertama aku mulai mengasong terlihat penghasilan yg benar saya rasakan alhamdulillah walau lebih kecil dari menjadi tukang bangunan tapi ini lebih baik dari pada penghasilan besar tapi tidak pasti

hingga kini saya tetap mengasong saja walau terkadang teman datang mengajakku untuk berkerja di proyek saya katan terima kasih saya lebih fokus di salah satu usahaku agar anak istriku tetap terus merasakan senang walau sedikit

makanya saya takut dicap pengganguran, walau malu lebih baik menggasong dari pada di cap yg tdk bagus.

Bismillah berikut kisah seorang pengasong yg kami temuai di perlintasan jalan mereka suka dengan kedatanganku dan kami banyak bertukar pikiran dan pengalaman

jadi adakah sekarang kata menggangur,dan adakaha kata bingung, ataua sebenarnya hanya memang kita pemalas?
ayolah kemajuan bukan dari orang lain tapi ada didiri kita jika kita mau berubah maka akan terwujud jika kita mau sukses maka akan terwujud cita cita tersebut menjadi nyata

semangat dan optimis
MARI KITA BERPIKIR

Penulis:
Pedagang Sukses Mandiri

Beli motor cuma bayar 500?

Dari uang 500 bisa beli motor
mungkin saat ini jarang orang yg mulai memenej (mengatur) pendapatan dan kadang justru malah pemborosan yg semakin dilihatkan pada umumnya

namun lain hal dengan seorang pedagang sayuran di BEKASI setiap dia pulang berjualan sayuran keliling dia selalu mengitung uang hasil jualanya dan bila ada uang receh 500 dia sisipkan ke celengan sederhanya dan bukan hanya dia s

aja yg suka atau demen menaruh uang receh 500 namun anaknyapun jika melihat uang receh dan sesudah jajan pasti disispkan uang 500

ini yg di sebut memenej pendapatan dan pengeluaran walau hanya menabung dari uang 500 yang mungkin kita bilang uang kecil tapi jika kita sisipkan perlahan tapi pasti maka akan menjadi berharga dan manfaat

coba kita biasakan menabung uang kecil/recehan di celengan kita angap aja koleksi dan justru jika kita menabung langsung uang besar dengan nominal yg lumayan besar terkadang malah kita gatel tanganya untuk membongkarnya bahkan jika ingin sesuatu pasti otak kita arahnya ke celengan yg nominal uangany yg kita tabung besar namun beda jika kita menabung dengan uang receh yg kecil seperti 500/1000 justru kita mengagap seperti koleksi

nah setelah bpk si tukang sayur rajin menabung dengan uang recehnya maka tak sengaja kesengol dan pecah berantakkanlah uang tersebut dan bs di bilang sekalian memecahkan celengan tersebut karena uang receh dan akhirnya berserakkan di lantai akhirnya di hitunglah setelah di hitung total jumlah yg di hitung ternyata ada sekitar 4jtaan padahal mualai menabung uang receh yg dia ingat sekitar 2/3bln

terkadang kita menyepelekan uang receh sampai menabungpun kita bs lupa kalau kita punya tabungan tapi ini lebih baik dari pada kita menabung dengan nominal basar tapi teringat sudah berapa uang saya dan pastinya lebih cepat di bongkar

maka bagi kita jangan menggap kecil uang receh seperti 500/1000 jika kita rajin insya Alloh bermanfaat dan berguna bahkan ada yg lebih extrim lagi ini yg saya tahu tepatnya berada di wilaya daerah mereka menabung uang receh di tiang2 bambu untuk membongkarnya itu susah bahkan nunggu rumahnya di bangun baru bs di bongkar celenganya al hasil uang yg dia dapat bs lebih dari 20 jt

mari kita biasakan menabung dari uang yg kecil dan belajarlah atau sereng memenej pendapatan dan pengeluaran kerena semakin kedepan kita semakin di uji dengan penghasilan dan penggeluaran yg semakin tinggi dan banyaknya persaingan jika dari sekarang kita tidak memenej maka sampai kapanpun kita akan tertinggal teruss

semangat dan tetap optimis

penulis
Pedagang Sukses Mandiri

Tetap Semangat Walau kerja berat

Tetap Semangat
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Ta’ala. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluarga, dan sahabatnya. Amin

jika kita melihat kehidupan kita yang serba baik dari pada mereka yang menjadi kuli di pasar-pasar maka kita harus bersyukur karna Alloh Ta'ala memberikan suatu nikmat yang besar yaitu nikmat jasmani

dan rohani, dari segi keungan kita lebih lumayan ketimbang mereka yg harus bersusah payah bila mencari uang.

Namun ketika saya bertemu mereka di pasar dan kamipun berbicara banyak mengenai kabarnya kesehatanya dan bagaimana kemajuanya, dan mereka sangat semangat dengan mengatakan Alhamdulillah kami selalu berikhtiar mencari rezeki dari para yg datang (belanja) atau pesuruh lain

dan pendapatan kami jika di hitung dalam sehari terkadang bisa melebihi pendapatan 100rb atau kurang, memang kadang selesai menjelang petang kamipun bergegas pulang mandi dan tinggal merasakan pegal-pegal pungung kami,

inilah resiko kami dalam mencari nafkah yg memang harus seperti ini dan kamipun bersyukur walau tempat kami mencari nafkah sangat berat dan pasti capek hanya kata yang sering kami ucapkan Alhamdulillah kami tetap semangat dan selalu berikhtiar demi istri,anak,agar tetap bisa makan di kampung biarlah kami merasakan lelah capek asalkan anak-anakku dan istriku senang dan tetap bisa melanjutkan sekolah dan kehidupan

dan kamipun selalu berpesan kpd keluargaku yg di kampung selalu doakan bpk yg sedang merantau dikampung orang agar tetap sehat dan tidak lupa akan ibadah agar selalu dimudahkan dalam urusan apapun

setiap pagi ba'da subuh kami sudah mulai menggangkat barang hingga terbenangnya matahari (sore) itu kerjaan yg selalu kami lakukan,

jika badan ini mulai letih atau sakit jika masih sanggup kami pulang dan langsung bergegas pulang jika tdk ya kami hanya sedih bingung, karena jika sakit di temanin keluarga maka kami dirawat walau hanya dirumah, namun jika tidak kami sendirian hanya miris dihati ya memang terkadang teman-temanku yg peduli jika mereka tidak sibuk namun jika sibuk ya begitulah kami seperti anak kecil mengis ditempat sepi

ya itulah mas kehidupan saya makanya seperti mas bersyukur karena masih ada orang yg susah dalam mencari kehidupan makanya banyak banyaklah bersyukur pent-

Jabir Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salalm bersabda:

لاَ تَسْتَبْطِئُوْاالرِّزْقَ, فَإِنَّهُ لَنْ يَمُوْتَ العَبْدُ حَتَّى يَبْلُغَ آخِرَ رِزْقٍ هُوَ لَهُ, فَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ, أَخْذِ الحَلاَلِ وَ تَرْكِ الحَرَامِ

"Janganlah menganggap rezki kalian lambat turun. Sesungguhnya, tidak ada seorang pun meninggalkan dunia ini, melainkan setelah sempurna rezkinya. Carilah rezki dengan cara yang baik (dengan) mengambil yang halal dan meninggalkan perkara yang haram". Hadits shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (3239 dan 3241), Al Hakim (II/4), Al Baihaqi (V/264 dan 265), Abu Nu'aim dalam Al Hilyah (III/156-157) dari jalur Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir.

Harta merupakan salah satu fitnah dunia yang paling menonjol. Demi harta, seseorang rela berbuat apa saja asal bisa meraihnya. Tujuan hidupnya, seolah hanya untuk mencapai kesenangan duniawi belaka. Allah telah mensinyalir orang-orang yang seperti ini dalam surat Hud ayat 15-16 :

مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لاَيُبْخَسُونَ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي اْلأَخِرَةِ إِلاَّ النَّارَ وَحَبِطَ مَاصَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّاكَانُوا يَعْمَلُونَ

"Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan".[Hud : 15, 16].

Ridha mereka ditujukan untuk selain Allah, dan kemarahan mereka untuk selain Allah pula. Beginilah keadaan orang yang menggantungkan dirinya kepada hawa nafsunya. Jika memperolehnya, dia senang. Dan jika tidak memperolehnya, dia marah. Dia memperturutkan hawa nafsu dan menjadi budaknya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanya sebagai fitnah (cobaan) dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar". [Al-Anfal : 28].

maka wahai kawan semua cerita seorang kuli di atas patut kita jadikan sebuah renungan kita lihat mereka keluh kesah tidak di unkapkan dalam mencari rezeki mereka bersyukur walau kehidapan mencari nafkah seperti itu

namun ada sebagian kita yg justru merasakan kehidupan yg serba baik malah melakukan yg kurang baik seperti,gila dunia,korupsi,menipu,nyolong(mencuri milik orang) tidak amanah,dan banyak lainya

padahal kehidupan seperti itu menjerat pribadinya lihat siapa yg lebih pusing di zaman sekarang ini apakah orang kaya atau si miskin?
ternyata kebanyakan si kaya atau yg kehidupanya serba baik
namun ketika melihat mereka yg susah dalam mencari nafkah mereka justru melihatkan kegembiraanya walau kenyataanya mereka lebih susah dari pada kita

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengabarkan perilaku semacam ini sebagaimana tersebut dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahwa Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

"Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram". [HR Bukhari].
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga telah menyampaikan ancaman terhadap orang-orang yang memakan harta yang haram. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

"Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya". [HR Ahmad dan Ad Darimi].
Di dalam Al Qur’an, Allah marah terhadap orang-orang Yahudi, karena sifat mereka yang suka memakan harta haram. Allah berfirman:

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ

"Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, (lagi) banyak memakan yang haram". [Al Maidah:42].
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sangat menekankan agar umatnya mencari harta yang halal. Pasalnya, ada dua pertanyaan yang terarah berkaitan dengan harta itu, tentang asal harta dan bagaimana membelanjakannya. Dalam hadits Abu Barzah Al Aslami Radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا وَضَعَهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيهِ

"Tidak akan bergeser tapak kaki seorang hamba pada hari Kiamat, sampai ia ditanya tentang empat perkara. (Yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang jasadnya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya darimana ia mendapatkannya dan kemanakah ia meletakkannya, dan tentang ilmunya, apakah yang telah ia amalkan". [HR At Tirmidzi dan Ad Darimi].

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada kita dalam banyak hadits, urgensi mencari rezeki yang halal ini. Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salalm bersabda (artinya): Tidak ada satu pun amalan yang mendekatkan kalian ke surga, melainkan telah aku perintahkan kalian kepadanya. Dan tidak ada satu pun amalan yang mendekatkan kalian ke neraka, melainkan aku telah melarang kalian darinya. Janganlah kalian menganggap rezeki kalian terhambat. Sesungguhnya, Malaikat Jibril telah mewahyukan ke dalam hati sanubariku, bahwa tidak ada seorang pun meninggalkan dunia ini, melainkan setelah sempurna rezekinya. Bertakwalah kamu kepada Allah, wahai sekalian manusia. Carilah rezeki dengan cara yang baik. Jika ada yang merasa rezekinya terhambat, maka janganlah ia mencari rezki dengan berbuat maksiat, karena karunia Allah tidaklah di dapat dengan perbuatan maksiat. [HR Al Hakim dan selainnya].

Sebagian orang ada yang berprinsip, carilah harta sebanyak-banyaknya meski dengan cara-cara yang haram, seperti korupsi, suap, penipuan, kecurangan dan lainnya. Nanti setelah terkumpul harta yang banyak, baru berbuat baik, bersedekah dan lain sebagainya. Prinsip dan anggapan seperti ini jelas salah. Sebab Allah Maha Baik dan tidak menerima, kecuali yang baik-baik.
Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ جَمَعَ مَالاً حَرَامًا ثُمَّ تَصَدَّقَ بِهِ لَمْ يَكُنْ لَهُ فِيْهِ أَجْرٌ وَ كَانَ إِصْرُهُ عَلَيْهِ

"Barangsiapa mengumpulkan harta haram kemudian menyedekahkannya, maka ia tidak memperoleh pahala darinya dan dosanya terbebankan pada dirinya". Hadits shahih lighairihi, diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (3367) dari jalur Darraj Abu Samah dari Ibnu Hujairah dari Abu Hurairah.

maka wahai kawan patut kita bersykur kpd Alloh Azza Wa Jallah yg telah memberikan kenikmatan dalam mencari nafkah sebagian kita ada yg berkerja,berdagang dll, mari kita syukuri apa yg telah kita rasakan

terkadang kita sering mengeluh dengan kehidupan

jadilah diri yg semangat walau kondisi kita dalam mencari nafkah penuh dengan rintangan banyaklah bersyukur apa yg telah kita usahakan

demikian semoga kisah nyata dari mereka yg tetap semangat dalam mencari kehidupan walau sangat berisiko menjadikan sebuah motivasi untuk diri kita agar selalu semangat dan bersyukur

Penulis
Pedagang Sukses Mandiri